Minggu, 15 Februari 2009

Seni Pantun

Sastra orang betawi yang cukup bermasyarakat salah satunya adalah "Pantun ", sastra pantun lebih banyak di pengaruhi budaya melayu.
Pantun dibagi menjadi tiga bagian,yaitu :

1.Pantun Percintaan

Jenis pantun ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan perasaan kepada kekasih dan atau calon kekasih.
Terdiri dari dua baris pembuka dan dua baris penutup sebagai maksud.
Salah satu yang dapat di contohkan sebagai berikut

bunga melati putih warnanye
baunye harum semerbak seisi rume
rasanye ga ada salahnye kalau abang bertanye
apa empo udah ada yang punye.?

2.Pantun Jawara

Pada zaman dahulu semua orang laki di Condet wajib belajar silat sama mengaji quran,tujuannya biar bisa membela keluarga dan memimpin sesuai ajaran agama.
Namun karena kondisi ekonomi yang sulit banyak juga yang menjadi rampok dan garong oleh sebab itu tugas orang lakilah yang menjaga keamanan kelurganya.
budaya ini sangat jelas sampai sekarang pada saat ada perayaan pernikahan biasanya mempelai laki akan di uji oleh orang tua mempelai perempuan dua hal yaitu menjatuhkan jawara yang menjadi palang pintu dan yang kedua membaca sike yaitu salawat kepada nabi yang menggambarkan kemampuan mengajinya.

Salah satu contoh pantun jawara ini sebagai berikut :

baju merah iket kepale item,nenteng golok baru diase
petangtang petengteng mata melotot
lu kire cuma lu doang yang bise
maju lu biar gue kepret biji mate lu copot.

3.Pantun Nasihat

Pantun ini biasanya digunakan untuk menasehati anak biar bisa menjaga diri walaupun telah diajarkan ilmu silat untuk bela diri.

contohnya

di atas gunung masih ade awan
di atasnya lagi masih ade langit
jangan anggap reme setiap lawan
lebih baik menjaga dari pade cari penyakit

Lalu setelah tiga katagori pantun tersebut kemudian muncullah satu jenis pantun lagi yang berisi pantun lawak yang biasanya digunakan pada saat pementasan pada acara hiburan pernikahan.
Pantun jenis ini cenderung berisi celaan atau sindiran kasar, contohnya :

Ngundu rambutan di tengah malem
mindik-mindik biar ga ada yang liet
emang dasar kalau orang hatinye merem
di bilanginnye suse kaya ulet.

demikianlah Sastra pantun betawi yang saat ini semakin jarang kita dengar,padahal kalau dicoba di pelajari pantun betawi juga bisa dijadikan alat berkomunikasi yang indah dan cenderung indah di dengarkan
Saya berharap ada orang asli betawi yang bisa membuat buku pantun hasil karya seniman betawi yang kebanyakan tidak ditulis hanya dihafalkan, tentu kita sudah dapat membayangkan kalau si seniman itu meninggal dunia maka semua hafalan pantunnya akan dibawanya serta keliang kubur.
Satu hal yang sangat disayangkan bukan.?

Salam kebangkitan Budaya Betawi."Mari bangkitkan lagi "




7 komentar:

  1. Siang pak...
    nama saya Ita Suryani mahasiswa Pascasarjana (S2) Univ. Mercubuana, saya tertarik dengan artikel yang bapak tulis mengenai pantun betawi karena kebetulan saat ini saya sedang mengerjakan tesis (S2) saya dengan membahas mengenai "Tradisi Palang Pintu" kira-kira dimana saya bisa mendapatkan referensi atau buku mengenai seni pantun betawi sesuai yang ada di blog bapak, mohon informasinya.
    informasi dapat dikirim ke alamat email saya : itha_suryani04@yahoo.co.id
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. sudah di balas by email ya mba...
    mudah2an bisa membantu

    BalasHapus
  3. Maaf pak setelah saya cek email saya, data yang bapak kirimkan belum saya terima (tidak ada). Apakah bapak bersedia mengirimkannya kembali ke alamat email saya : itha_suryani04@yahoo.co.id
    karena saya sangat membutuhkan data/referensi mengenai pantun itu untuk melengkapi data Tesis saya. Terima kasih dan maaf kalau sudah merepotkan.

    BalasHapus
  4. emailnya ga masuk pak...tolong dikirim lg.terima kasih

    BalasHapus
  5. Maaf bapak kalau saya menggangu...bagaimana apakah bapak bersedia mengirimkan referensi tentang seni pantun betawi ke alamat email saya, saya sangat membutuhkan data tersebut. terima kasih banyak.

    BalasHapus
  6. sudah saya balas tentang tradisi palang pintu ya mba... itu yang saya dapat infonya.

    mudah2an bisa membantu

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto Saya

Sasi Ibrahim
Photographer dan photo editing

Sasi Ibrahim terlahir dengan nama asli mat sasih  lahir di Condet pada tanggal 18 maret 1975, anak pertama dari lima bersaudara ini mulai menekuni dunia photography sejak tamat sekolah SMK tahun 1996
mulai menjadi photographer di Kontras photography melayani photography profile, beauty dan wedding sampai dengan tahun 1997. Beberapa karya profile pejabat dan kaporli dai bachtiar termuat dalam majalah bisnis prespective.
Selanjutnya sasi Ibrahim bersama 3 rekannya mendirikan sebuah studio bernama klik klak studio yang bergerak dalam bidang jasa photography dan videography wedding sampai sekarang.
Pada tahun 2001 menjadi freelance photographer untuk Checkpoint photography yang berlokasi di darmawangsa squre  bergerak dalam bidang jasa photography komersial dan wedding serta berkesempatan berpameran bersam di acara focus jcc Jakarta.
Selanjutnya pada tahun 2009 bersama delapan orang rekan mendirikan satu perusahaan agency photographer bernama Pt.quantum photographers representative satu perusahaan berbasis komersial photography,desain ,penulisan dan publishing, membuat beberapa majalah untuk kebutuhan promosi mall, seperti margo magazine untuk margo mall, purimagazine untuk puri indah mall, emporiummagazine untuk eperium mall, ada juga catalog fashion product yang dikerjakan seperti capriasi dan fashionbiz.
Tahun 2010 sampai sekarang bersama lima orang rekan membuat 180creativehouse yang merupakan satu usaha jasa photography,desain dan penulisan yang berbasis komersial, lebih khusus lagi mengerjakan segala sesuatu yang berhubungan dengan promotional tool bagi perusahaan mulai dari photography,desain,penulisan sampai dengan cetak dan penyebarannya.
Beberapa klien yang pernah dikerjakan
Breadtalk ,PHD, Waterbom Jakarta, Capriasi catalog, Kota baru pahiyangan real estate,
 Primier real estate Perbanas, Margo magazine, Puri magazine
Emporium magazine, Pondok indah golf annual report
 dan buku basic photography yang dapat di download secara gratis di http://issuu.com/sasi75/docs/pengantar_basic_photography_for_email

Sasi Ibrahim was born with the real name mat sasih was born on March 18, 1975 in Condet, the first child of five siblings began to pursue the world of photography since 1996 graduated from vocational school
began to serve photography photographer in contrast profile photography, beauty and wedding until 1997. Some works officials and kaporli dai profile bachtiar contained in the magazine business prespective.
Furthermore SASI Ibrahim with three colleagues founded a studio called click clack studio that specializes in wedding videography and photography services until now.
In 2001 as a freelance photographer for photography Checkpoint located in Darmawangsa squre is engaged in commercial and wedding photography as well as the opportunity to exhibit in the show focus bersam JCC Jakarta.
Subsequently in 2009, along with eight co-founded a company called Pt.quantum agency photographer photographers representative of the company based commercial photography, design, writing and publishing, making several magazine for mall promotional needs, such as for a magazine margo margo mall, purimagazine for beautiful castle mall, emporiummagazine to eperium mall, there was also a fashion catalog product that worked like capriasi and fashionbiz.
In 2010 until now with five colleagues made 180creativehouse which is a service business photography, design and writing of commercial-based, more specifically working on anything related to the promotional tools for companies ranging from photography, design, writing to printing and distribution.
Some clients have ever done
BreadTalk, PHD, Waterbom Jakarta, Capriasi catalog, new pahiyangan City real estate,
  Primier the Banks real estate, Margo magazine, magazine Puri
Emporium magazine, beautiful golf lodge annual report
  and basic photography book which can be downloaded for free in http://issuu.com/sasi75/docs/


phone :
mobile : 62-81310036397
email : sasiquantum@gmail.com